Tren trading di Indonesia kala pandemi membuat banyak orang khususnya generasi muda sadar berinvestasi dengan melihat peluang investasi yang sudah ada, salah satunya adalah trading dan investasi saham. Tentunya ada berbagai alasan tersendiri sehingga transaksi saham tersebut semakin meningkat meskipun mengalami pandemi. Maraknya trend trading di Indonesia tentunya membuat perusahaan trading memiliki peluang besar yang dapat menguntungkan perusahaan. Lalu apa sajakah alasan meningkatnya usaha trading di Indonesia? Berikut beberapa analisisnya.
1. Memanfaatkan moment
Suku bunga pada saat pandemi mengalami penurunan sehingga menjadi lebih rendah. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh para milenial dan anak muda dengan mulai menyisihkan uangnya untuk menjalankan trading dan investasi. Saat ini investor di bursa didominasi oleh investor lokal yang bahkan sempat mencapai lebih dari 60%. Hal ini menandakan investor dari dalam negeri banyak yang masuk ke pasar memanfaatkan momen murahnya harga saham beberapa perusahaan.
Hal ini juga tidak terlepas dari kebijakan work from home (WFH) yang dicanangkan sejak adanya pandemi. Di tengah momen PHK yang dilakukan sejumlah perusahaan, tidak sedikit karyawan yang merasakan pendapatan lebih sehingga mulai memikirkan penggunaan sisa uangnya tersebut untuk mulai berinvestasi.
2. Banyaknya sektor terbilang anti-krisis
Pandemi tidak jarang membuat banyak perusahaan mengalami penurunan transaksi bahkan mengalami krisis. Sebut saja berbagai perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, kuliner, bahkan sejumlah perusahaan lain. Kendati demikian, masih saja ada sejumlah perusahaan yang memiliki fundamental kuat sehingga harga sahamnya masih bersaing.
Sebut saja beberapa sektor usaha seperti perbankan, pertambangan, industri kertas, hingga bidang kesehatan yang sahamnya menguat mencapai ratusan persen di masa pandemi. Semuanya ini tentu memberikan kesempatan kepada trader pemula sekalipun untuk mencoba menginvestasikan uangnya pada saham-saham emiten yang menjanjikan tersebut.
Penguatan saham berbagai perusahaan tersebut memang tidak hanya dipengaruhi oleh fundamental yang baik. Namun faktor lain seperti naiknya harga komoditas, merger dan akuisisi, hingga adanya ekspansi dan ekspektasi pelaku pasar juga sedikit banyak mempengaruhi terjadinya peningkatan nilai saham dan transaksi trading saham.
3. Transaksi yang lebih fleksibel
Di era pandemi, banyak orang mulai bekerja dari rumah atau menjalankan sejumlah usaha secara online. Aktivitas seperti ini tentunya akan sangat mendukung karena bisa memiliki waktu luang yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
Tidak jarang, aktivitas trading yang dilakukan secara online membuat siapa pun dapat menjalankannya di mana saja dan kapan saja. Sembari mengerjakan pekerjaan utama, setiap orang bahkan juga bisa memantau pergerakan saham, harganya, hingga berbagai update beritanya. Hal inilah yang kerap menjadi alasan mengapa banyak investor pemula mulai menjalankan transaksi trading pada sahamnya. Apalagi dengan berbagai kebijakan emiten yang banyak terjadi selama pandemi, tentu juga membuat fleksibilitas kegiatan trading ini dapat dilakukan secara optimal.
4. Semakin mudahnya akses investasi
Semakin masif kegiatan para emiten, maka akses untuk mengenal dan belajar trading saham maupun investasi semakin mudah. Hal inilah yang juga menyebabkan semakin banyak saja investor dan trader pemula bermunculan dan meramaikan bursa investasi di berbagai sektor.
Lagi pula, investasi dan trading berbagai jenis saham kini dapat dilakukan secara mudah melalui berbagai gadget, mulai dari PC, komputer, hingga handphone sekalipun. Didukung oleh inovasi yang dilakukan berbagai perusahaan trading pada masa pandemi ini tentu sedikit banyak akan berpengaruh pada kemudahan akses.
Mudahnya akses pada investasi dan kegiatan trading juga banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Dengan adanya kegiatan vaksin yang mulai digalakkan sehingga membuat ekonomi mulai naik membuat banyak emiten juga mulai meningkatkan transaksi sahamnya.
5. Pengaruh media sosial
Media sosial semakin berkembang dengan memanfaatkan fitur iklan berbayar dan seringkali mengiklanlan investasi saham dan trading online. Meningkatnya jumlah investor dan trader pemula tidak jarang membuat banyak perusahaan mulai memaksimalkan interaksi melalui sosial media dengan iklan dan berbagai strategi marketing yang lain.
Media sosial seperti Instagram dan Tiktok yang semakin digemari hal ini membuat banyak orang terpengaruh sehingga jumlah transaksi baru menjadi naik. Terlebih dengan target pasar yang merupakan kaum milenial yang dekat dengan media sosial, tentu pengaruhnya cukup besar. Tidak mengherankan jika saat ini semakin banyak bermunculan iklan investasi dan trading yang dikemas secara menarik dan terbukti meningkatkan aktivitas trading.
Itulah beberapa alasan yang membuat aktivitas trading saham semakin meningkat meskipun tengah menghadapi pandemi sekalipun.
Baca Juga: PMA Using a Virtual Office in Indonesia
Perusahaan Trading Dengan Menggunakan Virtual Office
Bisa kah membangun perusahaan trading dengan virtual office? Virtual Office sendiri merupakan sebuah layanan perkantoran dimana pengusaha dapat menyewa domisili usaha tanpa menggunakan kantor fisik. Dengan kata lain, usaha nya akan didaftarkan pada alamat penyedia Virtual Office tanpa memindahkan lokasi operasional. Jadi operasional usaha yang tadinya dijalankan dari rumah atau lokasi lain tidak akan terganggu.
Tidak hanya domisili usaha, sebuah layanan Virtual Office juga menyediakan berbagai layanan pendukung usaha sehari-hari. Layanan-layanan yang disediakan ini umumnya disesuaikan dengan harga dalam paket yang berbeda. Contohnya, untuk usaha yang hanya membutuhkan alamat usaha dapat menggunakan paket Virtual Office yang paling dasar. Dengan paket ini, pengusaha bisa mendaftarkan usahanya di alamat kantor penyedia jasa dan seluruh pengiriman surat penting akan ditujukan ke alamat tersebut.
Selain domisili usaha untuk mendaftarkan usahanya, pengusaha juga dapat menikmati kemudahan melalui layanan resepsionis. Layanan resepsionis ini, tergantung dari paketnya dapat membantu pengurusan paket dan surat. Selain itu, pengurusan panggilan telepon dan penerusan telepon, dan juga penerimaan tamu akan dibantu oleh resepsionis penyedia virtual office. Jadi, pengusaha tidak perlu khawatir dengan panggilan yang tidak diangkat. Selain itu, pengusaha juga dapat memanfaatkan fasilitas ruang rapat yang dilengkapi peralatan lengkap. Tempat rapat yang profesional dapat mendorong nuansa rapat menjadi lebih serius dan efektif.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Virtual Office, kunjungi www.meso.co.id dan instagram @ruangmeso atau hubungi di nomor WhatsApp 0812-1315-4189